Optimalisasi Pembelajaran, Bimbingan Konseling MTsN 1 Bone Lakukan Pendampingan

Watampone, (Humas Bone) – Untuk mencegah penyebaran Covid-19 sejak Maret 2020, siswa belajar mandiri di rumah secara daring. Pembelajaran secara daring ternyata membawa dampak bagi pelajar termasuk pelajar MTsN 1 Bone. Hal ini bisa dilihat dengan penurunan nilai karakter diantaranya cara komunikasi ke guru, kesediaan pelajar menaati perintah saat diberikan tugas dan laporan orang tua tentang sikap anak selama dirumah. Untuk mengantisapasi permasalahan yang mulai timbul, pihak madrasah dalam hal ini Bimbingan Konseling (BK) kembali melakukan pemanggilan dan koordinasi dengan orangtua pelajar untuk membicarakan permasalah yang dihadapi karena ada temuan pelajar mulai tidak aktif dalam pembelajaran berdasarkan hasil laporan dari wali kelas dan guru bidang studi, Senin (15/2/2021).

 

WhatsApp Image 2021-02-18 at 08.23.47

Pertemuaan orang tua pelajar dengan pihak madrasah diwakili Wakamad Kesiswaan, Surahman,S.Pd.I.,M.Pd.I, Wakamad Humas, Pujiati,S.Pd.,M.Pd, Guru BK, A.Marhumah,S.Pd, Wali kelas Aisyah, S.Hi., S.Pd dan guru bidang studi untuk membicarakan permasalahan dan mencari solusi agar permasalahan yang mulai muncul tidak berdampak lebih lanjut.

Dalam arahannya, Surahman memberikan penjelasan, “Kita harus membicarakan langkah apa yang ditempuh supaya anak-anak kita bisa menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran, terkait ketidak aktifan dalam mengikuti pembelajaran, mohon bantuan dan kerjasama dari orang tua agar pengawasan kepada anak selama pembelajaran daring lebih ditingkatkan,” kata Wakamad Kesiswaan ini.

Dari hasil wawancara yang dilakukan, ditemukan penyebab kemalasan karena pengaruh game dan sikap kejenuhan selama berada dirumah. Disinilah peran BK untuk melakukan pendampingan kepada pelajar agar bisa mengambil keputusan dalam menyelesaikan persoalan.

Saat dikonfirmasi, A.Marhumah mengatakan, “Tujuan BK melakukan pemanggilan kepada siswa ini untuk membicarakan dan saling bertukar informasi dengan pihak orang tua, wali kelas dan guru bidang studi untuk membicarakan permasalahan yang dihadapi pelajar terkait kehadiran, tugas yang belum diserahkan, supaya orang tua bisa mengetahui kondisi anaknya yang sebenarnya dan ditemukan solusi  terhadap permasalahan ini. Harapan kami, orang tua lebih memperhatikan dan mengawasi dalam penggunaan handphone agar pelajar bisa fokus dalam mengikuti pembelajaran mengingat adanya game atau Tik Tok yang dapat menyebabkan pelajar tidak menghiraukan pelajarannya lagi,” kata guru BK kelas 9 ini.  Lanjutnya, “Dengan pertemuan ini, kami harap komunikasi antar orang tua, pelajar dan pihak madrasah terjalin dengan baik,” ungkapnya.

Muhammad Adam,S.Ag.,M.A mengungkapkan harapannya, “Saya mengharapkan antara guru, orang tua dan wali kelas harus bersinergi dalam mendidik, membina dan mengarahkan siswa, apalagi dimasa pandemi ini, pembelajaran tidak maksimal,” ungkapnya.  Lebih lanjut Adam mengatakan, “Untuk Guru BK tetap melakukan pemanggilan pelajar dan orang tua yang dianggap bermasalah dalam pembelajaran sedini mungkin, untuk mencari solusi masalah yang dihadapi pelajar,” kata Kepala MTsN 1 Bone ini. (Penulis Pujiati)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MTSN 1 Bone © All Right Reserved